🦥 Silsilah Tarekat Syadziliyah Tulungagung

Diskon4% Untuk Pembelian Produk Suluk Santri Tarekat Ajaran Tarekat Syadziliyah Pondok PETA Tulungagung di Lapak Uzie Bookstore. Pengiriman cepat Pembayaran 100% aman. Belanja Sekarang Juga Hanya di Bukalapak. TagsSuluk Santri Tarekat; Ajaran Tarekat Syadziliyah Pondok PETA Tulungagung. OFF 20%. Suluk Santri Tarekat; Ajaran Tarekat Syadziliyah Pondok PETA Tulungagung *Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini: Rp 52.000 Rp 65.000. Tersedia / Sahifa . SMS 6285100523476; Telepon 6285100523476; TarekatSyadziliyah adalah tarekat yang paling layakdisejajarkan dengan Tarekat Qadiriyah dalam hal penyebarannya. Ibn Ataillah mengemukan bahwa Al-Syadzili adalah orang yang ditetapkan oleh Allah SWT. sebagai pewaris Nabi Muhammad SAW. Al-Syadzili tidak menuliskan ajaran-ajarannya dalam sebuah kitab karya tulis. SejarahTarekat: Pertumbuhan dan Penyebaran di Dunia Islam (UUM Press) Mohd Faizal Harun 2018-01-01 Buku ini merupakan sebuah karya yang membicarakan sejarah tarekat dunia Islam. Lantaran itu, karya ini sesuai dibaca oleh khalayak umum yang ingin mengetahui persoalan tarekat dan lingkungan yang melingkarinya. Perbahasan yang dituangkan TarekatSyadziliyah; Tarekat Syattariyah; Sebagaimana dalam silsilah tarekat Qadiriyah yang merujuk pada Sayyidina Ali ra. dan Syaikh Abdul Qadir al-Jilani dan seterusnya adalah dari Nabi Muhammad Saw., dari Malaikat Jibril dan dari Allah SWT. (Bagelan) kepada Kiai Mas Bagus Ahmadi (Kalangbret, Tulungagung), kepada Raden Margono tarekatsyÂdziliyah dan peralihan abangan ke santri di pondok pesulukan tarekat agung (peta) tulungagung pada tahun 1940-1970 oleh: harisatun naila rofiah, nim. 15120009 TarekatSyadziliyah adalah tarekat yang dipelopori oleh Syeh Abul Hasan Asy Syadzili. Sanad atau Silsilah Tarekat Syattariyah. (Bagelan) kepada Kiai Mas Bagus Ahmadi (Kalangbret, Tulungagung), kepada Raden Margono (Kincang, Maospati), kepada Kiai Ageng Aliman (Pacitan), kepada Kiai Ageng Ahmadiya (Pacitan), kepada Kiai Haji Abdurrahman Tarekat(Bahasa Arab: طرق, transliterasi: Tariqah) berarti "jalan" atau "metode", dan mengacu pada aliran kegamaan tasawuf atau sufisme dalam Islam. Ia secara konseptual terkait dengan ḥaqīqah atau "kebenaran sejati", yaitu cita-cita ideal yang ingin dicapai oleh para pelaku aliran tersebut. Seorang penuntut ilmu agama akan memulai pendekatannya dengan mempelajari hukum Islam, yaitu TarekatSyadziliyah adalah tarekat Islam yang dipelopori oleh Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili (571-656) H/ (1197 - 1258) M yang berkembang di Indonesia. 12 hubungan. . Suasana Pembaiatan Tarekat Syadziliyah Maulana Syekh Abdul Mun’im bin Abdul Aziz bin Al Ghumari didampingi Khodim Zawiyah Arraudhah Muhammad Danial Nafis kepada peserta Halaqoh Shufiyah Wa Khotmul Kitab di Zawiyah Arraudhah, Jalan Tebet Barat VIII, No 50, Jakarta Selatan, 11-14 Mei 2017. Kajian kitab Al Anwaru Qudsiyah dan Ta’rif Mu’tasi Bi Ahwali Nafsi karya Syekh Abdul Azis bin Muhammad bin Shidiq Al Ghumari Al Hasani QS Foto Sebagaimana tarekat muktabarah lainnya, tarekat Syadziliyah juga bersumber dari Rabb al-Izzah Rabb al-Alamin. Ajaran tarekat, atau jalan, atau cara, atau metode menuju kepada Allâh Swt tersebut kemudian disampaikan kepada Rasulullah Saw melalui malaikat Jibril As. Selanjutnya, oleh Rasulullah Saw metode itu lalu diajarkan kepada beberapa sahabat beliau. Oleh sahabat-sahabat beliau, tarekat kemudian diajarkan kepada para muridnya. Lalu, oleh muridnya itu kemudian diajarkan kepada muridnya pula. Demikian seterusnya, turun-temurun sampai akhirnya kepada Syaikh Abdus Salam bin Masyisy. Semenjak dari Rasulullah Saw sampai kepada Syaikh Abdus Salam, dalam kurun waktu sekitar 600 tahun, metode tersebut diajarkan dalam lingkup yang masih sangat terbatas. Tidak banyak orang yang bisa mengetahui dan mengenalnya. Di samping itu, selama itu pula ajaran tersebut masih belum memiliki nama atau sebutan. Selanjutnya, oleh Syaikh Abdus Salam, ajaran tersebut kemudian diajarkan kepada Syaikh Abu al-Hasan al-Syadzili. Setelah ajaran ini diterima oleh Syaikh Abu al-Hasan, lalu oleh beliau, selang beberapa tahun kemudian, ajaran ini dikembangkan dan disebarluaskan kepada masyarakat umum berikut dengan ajaran-ajaran tasawufnya. Oleh karena itu, di kemudian hari murid-murid beliau mengaitkan ajaran tarekat tersebut dengan nama beliau dengan sebutan tarekat Syadziliyah. Pada masa Syaikh Abu al-Hasan, terutama setelah beliau bermukim di Mesir, ajaran tarekat ini berkembang dengan amat pesat. Tarekat ini pun menyebar ke seluruh penjuru dunia. Sampai kini, tarekat ini banyak memiliki pengikut di sebagian besar negara-negara di Afrika Utara, Kenya, Tanzania Tengah, sampai negara-negara di Amerika Barat dan Amerika Utara, serta negara-negara di Asia, termasuk Srilanka, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Sepeninggal Syaikh Abu al-Hasan, kekhalifahan tarekat ini kemudian dilanjutkan oleh murid terkemuka beliau bernama Syaikh Syihabuddin Abu al-Abbas Ahmad bin Umar al-Anshari al-Mursi al-Syadzili atau lebih dikenal dengan nama Syaikh Abu al-Abbâs al-Mursî w. 686 H./1288 M.. Di masa hidupnya, Syaikh Abu al-Abbas al-Mursi banyak memiliki murid masyhur yang amat berpengaruh dalam dunia Islâm, di antaranya Shahibul Hikam Syaikh Ibnu Atha’illah as-Sakandari w. tahun 709 H./1309 M., Syaikh Yaqut al-Arsyi w. 732 H./1331 M., Syaikh Abu al-Fath al-Maidumi, Shahibul Burdah Syaikh Muhammad bin Sa’id al-Bushiri wafat 649 H./1295 M., dan Syaikh Najmuddin al-Isfahani w. 721 H./1321 M.. Tiga nama pertama di atas, yaitu Syaikh Ibnu Atha’illah, Syaikh Yaqut al-Arsyi, dan Syaikh Abu al-Fath al-Maidumi di kemudian hari menggantikan kedudukan Syaikh Abu al-Abbâs al-Mursî sebagai khalifah tarekat Syadziliyah. Tarekat Syadziliyah yang dibawa oleh Syaikh Ibnu Atha’illah, secara umum lebih banyak berkembang ke wilayah barat Mesir, mulai dari kota Iskandaria sampai ke negara Libya, Aljazair, Tunisia, dan Maroko. Selain itu juga ke sebagian besar negara-negara berpenduduk muslim lainnya di daerah Afrika Barat, hingga sampai ke Spanyol dan beberapa negara lainnya di Eropa dan Amerika. Sedangkan perkembangan tarekat Syadziliyah yang dibawa Syaikh Yaqut al-Arsyi lebih mendominasi wilayah dalam negeri Mesir sendiri dan negara-negara di sebelah selatannya, seperti Sudan, Ethiopia, Kenya, Somalia, dan Tanzania, hingga ke daerah timur Mesir, antara lain Yordania, Syiria, Turki, Irak, Iran, ke utara sampai ke semenanjung Balkan. Sementara itu, dakwah Syaikh al-Maidumi mendapat sambutan hangat di wilayah jazirah Arab, terutama di dua kota suci, Mekah dan Madinah. Justru dari kedua kota inilah pada akhirnya tarekat Syadziliyah menyebar dengan pesat ke negara-negara timur, mulai dari India, Pakistan, Afganistan, hingga sampai ke Malaysia dan Indonesia. Dari jalur Syaikh al-Maidumi inilah silsilah tarekat Syadziliyah sampai ke Indonesia, Manaqib Sang Quthub Agung, halaman 77-79. Pokok-pokok Ajaran Tarekat Syadiliyah 1. Taqwa kepada Allâh Swt. lahir batin, yaitu secara konsisten istiqamah, sabar, dan tabah selalu menjalankan segala perintah Allâh Swt. serta menjauhi semua larangan-Nya dengan berlaku wara’ berhati-hati terhadap semua yang haram, makruh, maupun syubhat, baik ketika sendiri maupun pada saat di hadapan orang lain. 2. Mengikuti sunnah-sunnah Rasûlullâh Saw. dalam ucapan dan perbuatan, yaitu dengan cara selalu berusaha sekuat-kuatnya untuk senantiasa berucap dan beramal seperti yang telah dicontohkan Rasûlullâh Saw., serta selalu waspada agar senantiasa menjalankan budi pekerti luhur akhlakul karimah. 3. Mengosongkan hati dari segala sesuatu selain Allâh Swt., yaitu dengan cara tidak mempedulikan makhluk dalam kesukaan atau kebencian mereka diiringi dengan kesabaran dan berpasrah diri kepada Allâh Swt. tawakkal. 4. Ridha kepada Allâh baik dalam kekurangan maupun kelebihan, yaitu dengan cara senantiasa ridha, ikhlas, qana’ah tidak rakus, nrimo ing pandum Jawa, dan tawakkal dalam menerima pemberian Allâh Swt., baik ketika pemberian itu sedikit atau banyak, ringan atau berat, maupun sempit atau lapang. 5. Kembali kepada Allâh dalam suka maupun duka, yaitu dengan cara secepatnya berlari kembali kepada Allâh Swt. dalam segala keadaan, baik dalam suasana suka maupun duka. Kelima pokok tersebut bertumpu pada lima pokok berikut ini Memiliki semangan tinggi, karena dengan semangat yang tinggi, maka akan naik pula tingkat derajat terhadap segala yang haram, karena barang siapa yang meninggalkan segala yang diharamkan, maka Allâh Swt. akan menjaga pula dalam khidmat/bakti sebagai hamba, karena barang siapa yang menjaga kebaikan dan kebenaran dalam taatnya kepada Allâh Swt., niscaya akan tercapailah tujuannya dalam menuju kepada kebesaran dan segala yang difardhukan, karena barang siapa yang melaksanakan tugas kewajibannya dengan baik, niscaya akan bahagia dan menjunjung tinggi nikmat-nikmat dari Allâh Swt., karena barang siapa yang menjunjung tinggi nikmat Allâh, kemudian mensyukurinya, maka dia akan menerima tambahan-tambahan nikmat yang lebih besar. Kaifiyah Zikir Syadziliyah Membaca surat al-Fatihah dan ditujukan kepada Nabi Muhammad surat al-Fatihah dan ditujukan kepada Syaikh Abu al-Hasan al-SyadziliMembaca surat al-Fatihah dan ditujukan para silsilah guru mursyid tarekat SyadziliyahBeristighfar sebanyak 100 kaliMembaca shalawat Syadziliyah sebanyak 100 kali. Berikut ini bacaan shalawat tersebut اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ Membaca Lâ Ilâha Illalâh sebanyak 100 kalimat berikut ini sekali. سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Selanjutnya membaca do’a berikut ini بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْنَ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ . يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْأَفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ. اللهم أَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ أَعْطِنِيْ مَحَبَّتَكَ وَمَعْرِفَتَكَ. اللهم افْتَحْ لِيْ بِفُتُوْحِ الْعَارِفِيْنَ. اللهم اخْتِمْ لَنَا بِخَاتِمَةِ السَّعَادَةِ. وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ سَبَقَتْ لَهُمُ الْحُسْنَى وَزِيَادَاتِ . بِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذِي الشَّفَاعَةِ. وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ ذَوِى السِّيَادَةِ. وَسَيِّدِنَا أَبِى الْعَبَّاسِ الْخَضِرِ بَلْيَا بْنِ مَلْكَانِ ذِي الْاِسْتِقَامَةِ. سَيِّدِنَا الْغَوْثِ الْأَعْظَمِ الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلَانِيْ ذِي الْكَرَامَةِ. رَبَّنَا اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. الفاتحة Durrah al-Sâlikîn, tanpa tahun, halaman 8-12 Di samping amalan zikir di atas, dalam tarekat Syadziliyah juga diajarkan beberapa bacaan hizb wirid seperti hizb Nashr, hizb Bahr, dan hizb Nawawi. Sumber Surabaya, Brebes, Jombang, Madiun, Jabodetabek, Purwakarta, Karawang, Jember, Jepara, dan Kalimantan Timur. 3 4. Silsilah dalam tarekat Syadziliyah di pondok pesulukan tarekat agung PETA Tulungagung Rantai silsilah atau sanad tarekat ini mulai dari Syekh Shalahuddin bin Abdul Djalil sampai kepada Syekh Abul Hasan Asy Syadzili adalah sebagai berikut 1. K. H. Charir Sholahuddin bin Abdul Djalil Mustaqim dari ayahanda beliau, 2. Syekh abdul Djalil bin Mustaqim dari ayahanda beliau, 3. Syekh Mustaqim bin Husain dari, 4. Syekh Abdur Rozaq bin Abdillah at Turmusi dari 5. Syekh Ahmad, Ngadirejo, Solo dari, 6. Sayyidisy Syekh Ahmad Nahrowi Muhtarom al Jawi Tsummal Makky dari, 7. Sayyidisy Syekh Muhammad Sholih al Mufti al Hanafi al Makky dari, 8. Sayyidisy Syekh Muhammad Ali bin Thohir al Watri al Hanafi al Madani dari, 9. Sayyidisy Syekh al Allamah asy Syihab Ahmad Minnatulloh al Adawi asy Syabasi al Azhary al Mishry al Maliky dari, 10. Sayyidisy Syekh Yusuf al Arif Billah Muhammad al Bahiti dari, 11. Sayyidisy Syekh Yusuf asy Syabasi adh Dhoriri dari, 3 Ibid ., hal. 16-18 12. Al Ustad Sayyid Muhammad ibnul Qosim al Iskandary al Ma’ruf ibnus Shobagh dari, 13. Syekh al’Allamah Sayyid Muhammad bin Abdul Baqi’ az Zurqoni al Maliky dari, 14. Sayyidisy Syekh an Nur Ali bin Abdurrohman al Ajhuri al Mishry al Maliky dari, 15. Sayyidisy Syekh al Allamah Nuruddin Ali bin Abi Bakri al Qorofi dari, 16. Syekh al Hafidh al Burhan Jamaluddin Ibrohim bin Ali bin Ahmad al Qurosyi asy Syafi’i al Qolqosyandi dari, 17. Syekh al Allamah asy Syihab Taqiyyuddin Abil Abbas Ahmad bin Muhammad bin Abu Bakar al Muqdisi asy Syahir bil Wasithi dari, 18. Syekh al Allamah Shodruddin Abil Fatkhi Muhammad bin Muhammad bin Ibrohim al Maidumi al Bakry al Mishry dari, 19. Syekh al Quthubuz Zaman Sayyid Abul Abbas Ahmad bin Umar al Anshori al Mursi dari, 20. Quthbul Muhaqqiqin Sulthonil Auliya’is Sayyidinasy Syekh Abil Hasan Ali asy Syadzily. 4 5. Ajaran dan amalan tarekat Syadiliyah di Tulungagung Dalam ajaran dan amalan tarekat Syadziliyah sejatinya tidak jauh berbeda dengan ajaran dan amalan tarekat-tarekat yang ada di Indonesia. Semuanya mengajarkan amalan yang mengarahkan kepada ibadah amaliyah yang bersifat pendekatan diri kepada Allah dengan memperbanyak dzikir 4 Purnawan Buchori, Manaqib Sang Quthub Agung. Tulungagung, Jawa Timur Pondok PETA, 2007, dan shalawat. Namun secara detail, pokok-pokok dasar ajaran tarekat Syadziliyah sebagai berikut 1. Taqwa kepada Allah SWT lahir batin, yaitu secara konsisten istiqomah, sabar, dan tabah selalu menjalankan segala perintah Allah SWT serta menjauhi semua larangan-larangan-Nya dengan berlaku waro’ berhati-hati terhadap semua yang haram, makruh, maupun syubhat, baik ketika sendiri maupun pada saat dihadapan orang lain. 2. Mengikuti sunah-sunah Rasulullah SAW dalam ucapan dan perbuatan, yaitu dengan cara selalu berusaha sekuat-kuatnya untuk senantiasa berucap dan beramal seperti yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, serta selalu waspada agar senantiasa menjalankan budi pekerti luhur akhlaqul karimah. 3. Mengosongkan hati dari segala sesuatu selain Allah SWT, yaitu dengan cara tidak memedulikan makhluk dalam kesukaan atau kebencian mereka diiringi dengan kesabaran dan berpasrah diri kepada Allah SWT tawakal. 4. Ridho kepada Allah, baik dalam kekurangan maupun kelebihan, yaitu dengan senantiasa ridho, ikhlas, qana’ah tidak rakus, nrimo ing pandum , dan tawakal dalam menerima pemberian Allah SWT, baik ketika pemberian itu sedikit atau banyak, ringan atau berat, dan sempit atau lapang. 5. Kembali kepada Allah dalam suka maupun duka, yaitu dengan cara secepatnya “berlari” dan kembali kepada Allah SWT dalam segala keadaan, baik dalam suasana suka maupun duka. Kelima pokok ajaran tarekat Syadziliyah di atas, bertumpu pula pada lima pokok berikut 1. Memiliki semangat tinggi, karena dengan semangat yang tinggi, maka akan naik pula tingkatan derajat seseorang. 2. Berhati-hati atau waspada terhadap segala yang haram, karena barang siapa yang meninggalkan yang diharamkan, maka Allah SWT akan menjaga pula kehormatannya. 3. Baik dalam khidmat bakti sebagai hamba, karena barang siapa yang menjaga kebaikan dan kebenaran dalam taatnya kepada Allah SWT, niscaya akan tercapailah tujuannya dalam menuju kebesaran dan kemuliaanNya. 4. Menunaikan segala yang difardhukan, karena barang siapa yang melaksanakan tugas kewajibannya dengan baik, niscaya akan bahagialah hidupnya. 5. Menghargaimenjunjung tinggi nikmat-nikmat dari Allah SWT, karena barang siapa menjunjung tinggi nikmat kemudian mensyukurinya, maka dia akan menerima tambahan-tambahan nikmat yang lebih besar. Selain ajaran-ajaran yang disampaikan, pengikut tarekat Syadziliyah juga dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan yang sesuai dengan pokok-pokok ajaran tarekat. 5 B. Temuan Penelitian 1. Tarekat syadzili dinisbatkan pada nama sufi besar, yaitu Abu Hasan As-Syadzili. Nama lengkapnya adalah Syaikh Abu Al-Hasan Ali Ibn Abdullah Ibn Abdul Jabbar As-Syadzili. Silsilah dari keturunannya sangat mempunyai hubungan dengan orang-orang garis keturunan Hasan bin Ali bin Abi Thalib, dan dengan demikian berarti juga keturunan Siti Fatimah, anak perempuan Nabi Muhammad SAW. Al-Syadzili sendiri pernah menuliskan silsilah keturunannya sebagai berikut Ali bin Abdullah bin Abd. Jabbar bin Yusuf bin Ward bin Batthal bin Ahmad bin Muhammad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib.

silsilah tarekat syadziliyah tulungagung